Wako Pekanbaru: PKL di Stadion Utama Ditertibkan Bukan Dilarang Jualan
Senin, 27-07-2026 - 12:25:24 WIB
 |
| Penertiban PKL di Stadion Utama |
Berkabarnews.com, Pekanbaru - Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Kecamatan Binawidya, bukan bertujuan melarang masyarakat mencari nafkah tetapi ditata agar kawasan tersebut menjadi lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh warga.
Menurut Agung Nugroho sasaran utama penertiban adalah bangunan permanen yang berdiri tanpa izin, serta tenda-tenda tertutup yang merusak estetika kota.
"Penertiban tersebut bukan untuk melarang PKL berjualan. Melainkan, kami ingin menata kawasan agar lebih rapi dan menghilangkan bangunan permanen yang berdiri di lokasi," kata Agung Nugroho di Pekanbaru, Senin (27/7/2026).
Langkah tegas ini diambil Pemko Pekanbaru setelah menerima maraknya laporan dan keluhan dari masyarakat terkait kondisi keamanan kawasan Jalan Naga Sakti. Selain memiliki riwayat tindak kriminalitas seperti aksi begal, lokasi tersebut kerap diduga menjadi tempat aktivitas negatif yang meresahkan warga sekitar.
Agung menjamin para pedagang tetap diperbolehkan menjalankan usahanya, dengan syarat bersedia ditata mengikuti aturan yang berlaku. Ke depan, Pemko Pekanbaru akan mengadopsi konsep penataan PKL seperti di Jalan Cut Nyak Dien, di mana para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menggunakan lapak yang rapi serta seragam.
Bahkan, Pemko Pekanbaru tengah menyiapkan alokasi anggaran khusus untuk menyediakan fasilitas bantuan berupa tenda layak bagi para pedagang, terutama bagi pelaku UMKM yang kurang mampu.
"Kami ingin para pedagang tetap bisa mencari nafkah, tetapi dengan kondisi yang lebih tertib. Kami juga berencana membantu menyediakan tenda yang lebih baik sehingga kawasan ini terlihat rapi dan nyaman," jelas Agung.
Pembersihan tenda-tenda tertutup juga ditujukan untuk mencegah potensi penyalahgunaan tempat yang tidak semestinya. Berdasarkan pemantauan petugas di lapangan, beberapa kali ditemukan barang-barang yang mengindikasikan adanya aktivitas menyimpang di balik kemah-kemah rapat tersebut.**/ian
Komentar Anda :